KL301

Mikroprosesor

Lesson 08

Bahasa Pemrograman ATmega8535
Pemrograman mikrokontroler ATmega8535 dapat menggunakan low level language (assembly) dan high level language (C, Basic, Pascal, JAVA,dll) tergantung compiler yang digunakan (Widodo Budiharto, 2006). BahasaAssembler mikrokontroler AVR memiliki kesamaan instruksi, sehingga jika pemrograman satu jenis mikrokontroler AVR sudah dikuasai, maka akan dengan mudah menguasai pemrograman keseluruhan mikrokontroler jenis mikrokontroler AVR. Namun bahasa assembler relatif lebih sulit dipelajari dari pada bahasa C.ponyprog1

Untuk pembuatan suatu proyek yang besar akan memakan waktu yang lama serta penulisan programnya akan panjang. Sedangkan bahasa C memiliki keunggulan dibanding bahasa assembler yaitu independent terhadap hardware serta lebih mudah untuk menangani project yang besar. Bahasa C memiliki keuntungan-keuntungan yang dimiliki bahasa assembler (bahasa mesin), hampir semua operasi yang dapat dilakukan oleh bahasa mesin, dapat dilakukan dengan bahasa C dengan penyusunan program yang lebih sederhana dan mudah. Bahasa C terletak diantara bahasa pemrograman tingkat tinggi dan assembly (Agus Bejo,2007).

Pengisian Program pada Mikrokontroler AVR

Untuk melakukan pemrograman dalam mikrokontroler AVR, Atmel telah menyediakan software khusus yang dapat diunduh dari website resmi Atmel. Software tersebut adalah AVRStudio. Software ini menggunakan bahasaassembly sebagai bahasa perantaranya. Selain AVRStudio, ada beberapa software pihak ketiga yang dapat digunakan untuk membuat program pada AVR. Software dari pihak ketiga ini menggunakan bahasa pemrograman tingkat tinggiseperti bahasa CJava, atau Basic seperti code vision AVR. Untuk melakukan pemindahan dari komputer ke dalam chip, dapat digunakan beberapa cara seperti menggunakan kabel JTAG atau menggunakan STNK buatan Atmel.

Dalam memprogram mikrokontroler kita memerlukan software untuk melakukan download program yang dibuat untuk dimasukkan kedalam chip mikrokontroler tersebut. Sebagai contoh misalnya software Ponyprog2000.

Melakukan download program ke mikrokontroler menggunakan   Ponyprog2000  tampilannya dapat dilihat seperti di bawah ini:

download (5)

Setting Fuse bit.

Pada software tersebut ada bagian-bagian dimana ada parameter yang harus di-setting sesuai keperluan, mengingat jika terjadi kekeliruan resikonya cukup tinggi, maka diperlukan pemahaman yang cukup sebelum melakukan perubahan parameter parameter tersebut. Dalam banyak kasus, bagian ini memang tidak perlu diutak-atik, kecuali saat pertama kali, mengingat pihak pabrik meng-konfigurasi chip AVR dengan osilator internal (default); sehingga bila kita akan menggunakan osilator eksternal, perlu melakukan pemrograman terhadap bagian konfigurasi ini.
Berikut adalah langkah untuk mengatur fuse bit dari mikrokontroler, langkah ini bertujuan untuk mengatur pemilihan clock crystal yang dipakai oleh mikrokontroler yang di download, langkah ini cukup sekali saja di lakukan untuk setiap mikrokontroler.

1.      Atur fuse bit menggunakan software PonyProg2000

Pengaturan Fuse bits ini dapat diatur melalui Program PonyProg dengan cara pilih menu Command lalu pilih Security and Configuration Bits seperti tampak pada gambar dibawah ini.

Gambar 1 Perintah Write untuk membuka jedela Fuse Bits

Lalu akan muncul jendela seperti dibawah ini

Gambar 2 Jendela Fuse Bits pada PonyProg

Jadi apabila Anda memakai kristal luar sebesar 11,0592 MHz konfigurasi dari Security and Configuration Bitsnya adalah seperti gambar dibawah ini. Harus diingat kotak yang di beri tanda centang berarti berlogika 0

 Sumber : dari internet dengan beberapa perubahan tanpa merubah isinya.

Bacaan yang dianjurkan :

1. 20 Aplikasi Mikrokontroler ATmega8535 & ATmega16 menggunakan BASCOM-AVR, Afrie Setiawan.
2. Aplikasi dan Teknik Pemrograman Mikrokontroler AVR ATmel, Sidik Nurcahyo.
3. Mikrokontroler ATMEGA8535, Syahrul.

Leave a Reply